Tantangan Menjadi Seorang Auditor

auditor

Apasih yang menjadi tantangan seorang auditor???

 

JAKARTA(CIO) -Untuk mahasiswa akuntansi mungkin tidak asing lagi dengan kata auditor, accounting, dan finance, karena dalam  jurusan akuntansi, jobs tersebutlah yang menjadi target utama setelah lulus dari bangku perkuliahan. Bahkan, yang menjadi penunjang utama semangat dalam menyelesaikan perkuliahan adalah bisa bekerja sesuai dengan jurusan mereka. Tidak tau apa yang menjadi alasan tersebut, tapi memang itulah fakta di dalam jurusan akuntansi. Saya pernah bertanya ke beberapa teman jurusan akuntansi setelah lulus kuliah mau jadi apa??? Mayoritas menjawab ingin berkarir dibidang audit untuk memperdalam ilmu akuntansi.

Seperti yang menyebar luas di kalangan mahasiswa akuntansi, kalau bisa mendapat kerja di bidang auditor, karena persepsi gaji besar dan ilmu juga bisa di implementasikan dibidang ini. Ini adalah sedikit persepsi mahasiswa-mahasiswa akuntansi ingin jadi auditor. Hal tersebut tidak salah, bisa jadi itu salah satu penunjang agar semangat menyelesaikan perkuliahan.

adutor

Selanjutnya, sebelum saya membahas lebih dalam yang menjadi tantangan auditor. Seperti kasus diatas, banyak yang beranggapan auditor itu enak, gaji besar, bisa traveling dll. Ternyata suka dukanyaitu sangat banyak. Pertama, kalau masalah gaji mungkin relative tergantung kita bekerja di KAP mana. Jadi kalau kalian ingin menjadi auditor, harus mencari referensi yang banyak dulu nih sebagai acuan kedepannya. Kalau tujuan kita untuk cari duit, mungkin bisa dikesampingkan dulu mindset gaji besar itu.

Apalagi untuk freshgraduate akuntansi, tahap awal kerja sebagai auditor mungkin masih di posisi Junior jadi harus siap menerima segala masukan yang bisa meng-upgrade  ilmu kita dibidang accounting. Dari pengalaman yang saya dapat setelah bekerja di KAP memang sangat banyak ilmu yang di dapat sangat jauh saat duduk di perkuliahan, tapi bukan berarti tidak ada gunanya kuliah ya. Kalau diperkuliahan yang kita dapat masih sebatas teori, setelah kerja sudah mengaplikasikan ilmu-ilmu tersebut jadi kita harus siap meng-upgrade dunia accounting, karena yang kita kerjakan adalah audit laporan  Keuangan client yang nantinya di pakai untuk kepentingan-kepentingan tertentu termasuk dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga:  Cara Hebat Untuk Mencari Peluang Bisnis Modal Kecil

Adapun tantangan-tantangan yang biasa dihadapi oleh auditor saat dilapangan adalah sebagai berikut:

  1. Kurang respon dari manajemen perusahaan, sebab prioritas utama di perusahaan produksi tetap harus berjalan. Jadi kitaharus bisa memanajemen waktu dengan baik agar kegiatan perusahaan tidak terganggu dan audit bisa berjalan dengan lancar.
  2. Pemahaman client terkadang masih menganggap bahwa audit itu sebagai beban tambahan pekerjaan dan mencari-cari kesalahan, sehingga sering terjadi perdebatan antara auditor dengan auditee. Dengan hal tersebut kita harus bisa meyakinkan auditee bahwa kita membantu pekerjaan-pekerjaan auditee. Sehingga auditee tidak hanya terfokus pada menyiapkan dokumen operasional, tapi pada level mengapa dokumen ini perlu dibuat dan disimpan. Karena kedepannya akan membantu proses perbaikan berkelanjutan.
  3. Auditor harus waspada terhadap kemungkinan kecurangan dan manipulasi yang dilakukan oleh Oleh sebab itu, kita harus bisa mengantisipasi kecurangan dalam laporan Keuangan dengan cara melakukan konfirmasi dengan pihak pelanggan, bank, dll agar terhindar dari kesalahan jika suatu waktu ada kejanggalan di dalam laporan audit.
  4. Kadang auditor hanya dapat melihat dan mengamati bagian yang di perlihatkan oleh client saat melakukan observasi. Oleh sebab itu,kita harus memiliki rasa ingin tahu yang lebih luas agar terhindar dari kecurangan. Misalnya saat stock opname kita harus paham sistem penghitungan stock yang dilakukan oleh client, jadi bukan hanya melihat stock yang diperlihatkan di gudang. Untuk hal lainnya seperti invoice dan bukti bayar kita harus lebih teliti apakah sudah sesuai dengan SOP perusahaan agar terhindar dari kecurangan dan salah catat.

auditor

Untuk hal lainnya, setelah pandemi COVID-19 banyak tantangan yang di hadapi. Menurut Appelbaum, Budnik, dan Vasarhelyi (2020) berpendapat bahwa permulaan pandemi global COVID-19 telah mengakibatkan tekanan yang sangat besar  akuntan, untuk menemukan cara alternatif untuk mengumpulkan bukti audit dan menyelesaikan penugasan.

Baca Juga:  Peluang Usaha Membuka Salon

Hal tersebut bergantung pada risiko kesalahan penyajian material yang dinilai dan materialitas dari saldo akun-akun tertentu, di mana auditor mengandalkan prosedur pengumpulan bukti secara langsung, seperti observasi persediaan, verifikasi persediaan, pengumpulan dokumen, penilaian aset tetap, wawancara, diskusi, dan observasi. Disisi lain, proses audit harus jarak jauh hal ini karena sebagian besar perusahaan telah membatasi perjalanan hanya untuk fungsi-fungsi bisnis yang kritis. Oleh sebab itu auditor harus bisa menyusun timeline dalam pelaksanaan audit, untuk memperoleh data yang real sesuai dengan sample yang ditentukan.

“Do what can be done today, don’t wait for tomorrow”

auditor

 

 

 

Penulis: Moonsen SaragiEditor: Decmoonth Pahala

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.