Bisa dan Tahu itu Idealnya

(CIO) — Seni itu ekspresi, tidak ada ruangan kamar, kotak ataupun gudang untuk membatasinya. Jika seni bertujuan untuk memelihara akar dari budaya, masyarakat harus membiarkan seniman bebas mengikuti visi “keanehan” masing-masing kemanapun hal itu akan mereka tuangkan.

Dalam persepsi saya, jika seniman menambahkan suatu “keanehan” yang tidak dianeh-anehkan pada karya seni, itu bukan karena alasan estetika, tetapi itu lebih karena alasan ekspresi.

Kreativitas dalam balutan ekspresi itu kunci kemapanan karya seni. Saya termasuk golongan yang anti “dimapankan”. Dalam konteks ini bukan berarti meninggalkan kaidah seni yang ada, tetapi lebih pada pembebasan untuk mengerahkan semua kemampuan daya cipta, karsa dan karya, dengan kreasi baru.

Baca Juga:  Senggang PNS Lasak Allahu Rabbi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.