Wisata  

Yogya dan KLA Project, Malioboro masih Hidup Sepanjang Malam hingga Pagi

MARTIN yang memiliki hobi videografi bermain kamera android merekam jam besar di kawasan Istana Kepresidenan Republik Indonesia Gedung Agung. (Foto CIO/Adham)

YOGYA (CIO)—Wajah Malioboro kini berbeda dari sebelumnya yang mudah ditemui pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang emperan toko.

Sejak PKL di Malioboro dipindah ke satu tempat khusus bagi pedagang para pengunjung lebih leluasa menikmati malam di jantung Kota Yogya.

Kawasan Malioboro tidak hanya sebagai tempat bersantai, bahkan dimanfaatkan untuk bekerja menggunakan gawai.

Ardi misalnya, warga Jakarta yang berlibur ke Yogya namun masih menyelesaikan pekerjaan kantornya.

“Di sini (Malioboro) suasananya mendukung untuk sekadar bekerja dengan gawai,” katanya.

Ia mengakui suasana malam hingga pagi di Malioboro sangat terasa hidup. Suasana itu membuatnya betah berlama-lama.

“Sayangnya tidak ada fasilitas untuk mengatasi baterai ponsel atau laptop yang habis,” selorohnya.

Baca Juga:  Pelopor Rumah Seni di Yogya, Mark Zuckerberg Ketagihan ke Kampung Wisata Tamansari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.