Warga Giwangan Yogya Lakukan Gerakan Kampung Literasi

Warga Giwangan Yogya
WARGA Giwangan, Umbulharjo, foto bersama usai acara Gebyar Literasi di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. (Foto CIO/Adam)

CIO—Sebagai Kota Pelajar, Yogya terus menerus menjadikan kampung-kampung literasi untuk menyiapkan generasi berkualitas hingga 20 tahun ke depan.

Kampung Baca Cakrawala Giwangan bekerja sama dengan Rukun Kampung Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogya, menggelar Gebyar Literasi untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak.

Gebyar Literasi yang kedua kali digelar di SMK Muhammadiyah 3 Yogya, Senin (27/6/2022) disambut antusias oleh masyarakat mulai anak-anak hingga orang tua.

“Kegiatan ini adalah yang kedua kalinya yang sebelumnya pernah digelar secara online di masa pandemi,” kata Mantri Pamong Praja Kemantren Umbulharjo, Rajwan Taufiq.

Meski belum semua kampung di Yogya menjadi Kampung Literasi, namun, gerakan literasi yang sudah digalakkan oleh Pemerintah setempat telah berdampak positif terhadap masyarakat.

Anak-anak yang semula terjebak oleh game online yang setiap hari tidak bisa lepas dari telepon seluler pintar, alhasil dengan adanya gerakan kampung literasi aktivitas anak-anak menjadi lebih terarah.

“Potensi dan prestasi anak dapat dikembangkan dengan kegiatan seperti ini,” ujar Taufiq.

Meski begitu, imbuhnya, secara bersama-sama berbagai potensi pada anak harus digali agar anak-anak semakin berprestasi.

“Ke depan potensi-potensi yang ada di wilayah Giwangan harus kita gali secara bersama-sama,” katanya.

Dukungan warga Giwangan terhadap adanya Kampung Literasi tidak hanya dibuktikan dari banyaknya yang datang ke acara Gebyar Literasi, bahkan minat baca anak-anak, pemuda dan orang tua, terbukti dari jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Potensi dan prestasi yang seakan mati suri harus tetap digali, kegiatan ini menjadi salah satu wadahnya,” ungkap Fajar Nur Rohmad selaku Koordinator Gebyar Literasi.

Acara yang diramaikan dengan berbagai lomba semakin menarik perhatian warga Giwangan dan masyarakat sekitarnya.

Baca Juga:  Cerbung: Pendarahan Hebat (8)

Berbagai lomba seperti lomba menggambar dan mewarnai; konten creator dan lomba bercerita, sambung Fajar, menjadi terobosan untuk mengeksplorasi potensi mereka.

Selain itu, dalam Gebyar Literasi  juga diluncurkan Buletin Kampung yang berisi informasi dan rubrik menarik tentang wawasan dan ilmu pengetahuan.

Acara yang digelar secara luring itu tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.