BERITA  

Terkait Banjir di Bangkinang Kota, Ini Penjelasan Pj Bupati Kampar

Terkait Banjir di Bangkinang Kota

BANGKINANGKOTA(CIO) – Persoalan banjir tetap menjadi prioritas Penjabat Bupati Kampar Dr H Kamsol untuk segera bisa diatasi dan bagaimana mencarikan solusinya. Termasuk banjir yang terjadi kemarin, Senin (25/07/2022) sore hingga malam.

Penjabat Bupati Kampar sejak dilantik, menjadikan target utama untuk menyelesaikan persoalan banjir yang belum bisa diselesaikan oleh Pemimpin Kampar sebelum-sebelumnya.

Dari informasi yang didapat, pada hari Senin (25/07/2022) banjir ketika itu, Kamsol ingin turun meninjau titik lokasi banjir, tetapi karena sesuatu hal menjadi batal.

Saking fokusnya mengatasi banjir, beberapa waktu yang lalu beliau sendiri bersama pejabat terkait menyusuri aliran sungai Petai mulai dari hulu hingga ke hilir pembuangan air.

Kamsol yang dikonfirmasi, Kamis (28/07/2022) malam, di Bangkinang Kota, membantah dirinya lepas tangan dan tidak mampu mengatasi persoalan banjir ini.

“Tadi sewaktu duduk bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga membahas persoalan banjir dan bagaimana tindaklanjutnya,” ungkap Kamsol.

Dijelaskan Kamsol, bahwa persoalan banjir ini cara mengatasinya tidak seperti membalik telapak tangan dan simsalabim  langsung jadi. Banyak hal yang harus dibicarakan dan duduk bersama-sama.

“Tidak bisa Pemda saja yang mengatasi persoalan banjir ini, seluruh pihak harus dilibatkan termasuk Forkopimda Kampar. Dengan kebersamaan dan saling koordinasi, maka seluruh persoalan negeri ini jadi terpecahkan, begitu juga banjir ini,” tambahnya.

Disebutkan Kamsol, kemarin ia sudah turun dan mulai ada titik terangnya bagaimana persoalan ini bisa dipecahkan secara bersama-sama agar semakin cepat teratasi persoalan banjir ini.

“Coba saja adinda turun dan telusuri titik-titik banjir dan sepanjang sungai Petai itu sampai ke ujungnya, maka adinda tahu bahwa ada persoalan yang perlu langkah duduk bersama, baik itu juga keterlibatan masyarakat,” kata Kamsol kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Kemenparekraf Bersama MNC Peduli Salurkan Hewan Kurban Untuk 600 Pelaku Parekraf

Dari informasi yang dirangkum bahwa akibat banjir ini, juga ada dampak dari saluran air yang seharusnya tidak ditutup permanen, belum lagi ada bangunan ruko dan rumah berdiri diatas sungai Petai.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.