Serunya Travelling ke Air Terjun Putri Kayangan

Serunya Travelling ke Air Terjun Putri Kayangan

(CIO) — Matahari di cakrawala timur terlihat tersenyum ceria. Hari itu Jum’at tanggal dua belas Januari bulan Februari tahun dua ribu dua puluh satu. Jam menunjukan angka sembilan tepat di layar androidku. Aku bersama dengan dua orang anak gadisku –Faridah. AS, Fauziah Balkis. AS— beserta teman-temanku –Arpiati, Akmal Khairi, Nino Reza, Lela dan Ardi— akan melakukan travelling bersama-sama menuju suatu tempat yang tentu saja sangat menarik bagi kami, sehingga kami bersepakat untuk berpetualang ke sana – Air Terjun Putri Kayangan Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Dengan mobil minibus rental kami berangkat dari Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan melintas di Kota Pekanbaru selanjutnya meneruskan perjalanan ke Kota Bangkinang Kabupaten Kampar. Setiba di Bangkinang karena waktu sholat Jum’at sudah masuk, teman-teman yang pria melaksanakan sholat Jum’at dan tentu saja bagi kami kaum hawa melaksanakan shalat dzuhur. Bakda shalat fardu Jum’at dan dzuhur kami menuju lokasi wisata hutan pinus di Bukit Cadika.

Sambil menikmati makan siang ditemani nyanyian alam dengan perbekalan yang telah dipersiapkan, ingatanku kembali bernostalgia. Mengingat kembali peristiwa ketika menjadi atlit atletik, ya…Bukit Cadika merupakan tempat ternyaman bagiku untuk latihan. Berliter-liter keringat yang tumpah di sepanjang perbukitan telah menjadi saksi sejarah tempo itu.

Setelah puas menikmati nyanyian pucuk-pucuk pinus yang bergesakan ditemani oleh semilir angin di Bukit Cadika, akhirnya kami meneruskan perjalanan menuju lokasi Air Terjun Putri Kayangan. Ketika melintas di Pasar Kuok kami menyempatkan diri untuk berhenti sejenak guna membeli logistik dan perlengkapan lainnya.

Pukul enam belas atau jam empat sore lewat kami sampai di Desa Tanjung, dan meneruskan perjalanan, tentu saja setelah berjumpa dengan pemandu wisata Air Terjun Putri Kayangan — Supanrio Saputra. Tepat di tepi bibir sungai Pulau Tengah kami mulai mendirikan tenda dome yang tentu saja di lokasi yang posisinya aman dari gangguan alam dan ancaman binatang liar. Kami berbagi tugas, ada yang mendirikan tenda dan ada yang memasak logistik untuk menu makan malam.

Baca Juga:  Cerpen: Dari Dapur Rumah Nenek (Bagian-4)

Malamnya setelah menikmati sensasi makan malam Bersama di alam bebas, terlihat teman-teman mulai sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang berkumpul bermain gitar, ada yang menikmati bercengkrama sambil bersenda gurau. Tak lama berselang hujan mengguyur bumi, semua kami akhirnya meringkuk di tenda dan memutuskan untuk tidur.

Bakda shalat Subuh, pagi menyapa kami dengan ramah. Setelah memasak logistik dan sarapan pagi. Kami packing dan bersiap-siap untuk menuju ke Sungai Tanjung. Sesampai di rumah makan Mariangin Desa Tanjung perjalanan kami sempat tertunda kurang lebih hampir dua jam. Karena ada razia protokol kesehatan covid-nineteen oleh aparat Kepolisian sebab di lokasi Air Terjun Putri Kayangan tidak boleh ada keramaian guna memutus mata rantai penyebaran covid-nineteen.

Pada pukul dua belas kurang kami meneruskan perjalanan yang dipandu oleh Supanrio Saputra dari Desa Tanjung menuju spot Air Terjun Putri Kayangan dengan menggunakan perahu. Luar biasa, disepanjang perjalanan mengarungi sungai terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Tebing di kiri kanan sepanjang perjalanan terpampang susunan batu alami yang sangat eksotis.

Ditemani kicauan burung dan gemericik air terlihat Air Terjun Hidung menyambut kami.
Hampir setengah jam kami menempuh perjalanan dengan perahu atau penduduk setempat menyebutnya dengan sampan tibalah kami di rute menuju Air Terjun Putri Kayangan. Setelah menambatkan sampan perjalanan kami teruskan dengan berjalan kaki sekitar satu jam perjalanan melewati jalan setapak berbatu yang sedikit licin. Semak belukar dan tumbuhan yang berada di kiri dan kanan perjalanan menyaksikan kami bersendau gurau sambil menikmati perjalanan.

Lelah kami menjadi sirna setibanya di Air Terjun Putri Kayangan. Semua tampak bersuka cita dan menyeburkan diri mandi guna menikmati segarnya air. Bahkan ada yang menikmati segarnya air dengan membasahi tenggorokan dan meminum langsung air yang terlihat bening dan segar itu. Karena sedang berpuasa sunnah Rajab maka aku tidak bisa langsung meminum dan merasakan segarnya air yang bersumber dari Air Terjun Putri Kayangan itu.

Baca Juga:  Cerpen: Tidak Buruk Seutuhnya

Karena sudah siang, perbekalan logistik dibongkar. Terlihat beberapa teman makan dengan sangat lahap sekali. Ada yang memasak mie instan dan menyeduh kopi, ada yang bermain air dan mandi, serta ada juga yang menyibukan diri dengan menangkap udang yang bersembunyi di balik lumut dan bebatuan. Semua terlihat menikmati suasana petualangan ini.

Setelah puas merasakan suasana alam di Air Terjun Putri Kayangan saatnya untuk pulang. Perjalanan pulang terasa lebih cepat dari pada ketika datang. Pada pukul setengah lima sore akhirnya kami tiba di tempat menambatkan perahu. Setelah bebersih diri dengan mandi dan berganti kostum dengan pakaian bersih untuk sholat, setelah itu kami memutuskan untuk pulang.

Alhamdulillah, rombongan travelling dan ekspedisi Air Terjun Putri Kayangan yang terletak di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar telah sampai dengan selamat di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tepat pukul satu malam. Petualangan itu memang telah usai namun tentu saja kenangan indahnya akan terus tersimpan di memori ingatan.

(***)

Dikisahkan oleh: Sjamwidar binti Rasjid.

Perjalanan travelling di Air Terjun Putri Kayangan bisa juga diakses di channel YouTube SYAIR FAIDAR, jangan lupa subscribe, like, comment and share.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.