Sepeda Kenangan dan Senyum Nabi Sulaiman

(CIO) — Pas mau jalan kulakan barang dagangan beberapa hari lalu. Tetiba melihat sepeda. Saya langsung foto. Saya tersenyum dan terkekeh sendiri, ingat sepeda kenangan dimasa lalu. Sepeda yang persis sama seperti saya pakai dulu. Sebagai alat transportasi buat bermain.

Sore itu, sepulang dari sekolah madrasah. Bergegas saya ganti baju dan langsung pergi mengayunkan sepeda.

Bermain sendiri di jalan tol yang belum jadi. Yang masih dipenuhi gundukan tanah liat, dengan traktor yang bekerja keras merapikan tanah liat agar tanahnya rata.

Saya disitu sembari bermain sepedaan juga menyaksikan traktor besar yang suaranya cukup berisik di telinga.

Setelah selesai menyaksikan traktor di sebelah barat itu. Saya coba kembali mengayunkan pedal. Balik arah menuju tempat pengerjaan kontruksi jalan di tempat lainnya, yang traktornya juga sama-sama besarnya di sebelah timur.

Kali ini saya ayunkan agak keras dan cepat memutar pedalnya.

Belum jauh dari tempat pertama, tiba-tiba braakkkk..

Jatuh.

Saya jatuh tersungkur dari sepeda. Bukan karena oleng atau kena lubang di depan. Pun juga bukan karena nabrak bebatuan. Entah…..tiba-tiba jatuh saja.

Saya kaget panik gitu, pake banget-bangetlah, kalau kata orang Plered sih nyebutnya ‘kapitenggengen‘.

Saya bangun lagi, merapikan diri, dan coba menahan rasa malu hahaha.

Baca Juga:  AKU, ALAM dan KARYA

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.