Harga Minyak Curah Turun, Kok Barangnya Kosong!!

(CIO) — Dua hari ini minyak curah dan minyak kemasan kosong. Kelangkaan ini cukup sukses membuat konsumen kelabakan.

Saya coba tanyakan ke beberapa rekan di agen minyak curah.

Menurut mereka kelangkaan minyak ini karena di pangkalan minyak pelabuhan memang kosong.

“Iya mas, di pangkalannya kosong. Sudah pesan sih. Cuma barangnya enggak ada.” kata mas Ali selaku supervisor di toko agen.

“Minyak kemasan juga kosong. Sudah ditarik lagi sama suplier.” tambahnya.

“Ini imbas harga minyak yang telah ditentukan Menteri Perdagangan, kali ya.” kata teman saya, ikut nimbrung.

Saya coba cari tahu di tempat lain, ketemu dengan karyawan disitu.

Saya tanya, “Mas, minyaknya ada enggak?”

“Lagi kosong mas.” jawabnya sambil memberi isyarat jari berbentuk angka nol.

“Kenapa minyak kosong begini ya?” tanyaku lagi.

Dia memaparkan, “Pangkalan minyak curah di Jakarta menurut infomasinya sih turun harga, yakni Rp.12.000/Kg. Hanya saja pangkalan yang di sini masih ngasih harga Rp 18.000/Kg. Masih harga lama. Sehingga para agen enggak mau beli dulu. Nunggu betul-betul jelas harganya.”

Banyak pembeli eceran minyak curah yang harus kecewa. Pasalnya seluruh agen minyak di sini menutup lapaknya.

“Katanya turun, tapi barangnya enggak ada! Ini gimana sih?” Terdengar suara tinggi dan geram seorang ibu di agen tempat saya mencari informasi.

Dia terpaksa bawa kembali jerigen kosongnya. Dia terlihat kecewa.

“Kalo jadinya kayak gini, mending enggak apa deh harga semula aja, asal barangnya ada. Daripada murah tapi kosong barangnya. Repot!!” komentar seorang bapak, yang membawa puluhan jerigen kosong.

“Pusing mas, kalo sudah begini!!” kata Bapak itu.

Saya cuma bisa mengangguk.

“Bapak, tiap hari belanja minyak curah kah?” tanya saya.

Baca Juga:  KOMUA: Kumpulan Kisah Masa Kecil (Seakan Novel-Lakon 7)

“Selang dua atau tiga harian, mas.” jawabnya sambil membuka nomor telepon pelanggannya.

Kemudian saya coba tanyakan ke pihak agen, “Kira-kira sampai kapan terjadi kelangkaan minyak curah ini?”

Pihak agen tidak bisa memastikan.

“Enggak tahu, belum ada infomasi lanjutan, mas.” katanya.

Terus gimana dengan pelanggan saya yang butuh suplai minyak yang cukup banyak untuk
bahan masakannya itu!!

Bisa-bisa saya kena semprot lagi!! Nasib.

(***)

Penulis : Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *