Gunung Masurai Jambi, Daya tarik yang Tersembunyi

Gunung Masurai Jambi, Daya tarik yang Tersembunyi
Danau Mabuk tahun 2000an

Bentangan Bukit Barisan di Jambi dengan potensi keelokan alam yang melimpah. Dimulai dari gunung, danau, air terjun, gua, arung jeram, serta masih banyak lagi. Sangat disayangkan, terdapat beberapa wilayah indah di sekitar sana yang sedikit sekali dikenali masyarakat luas. Gunung Masurai diantaranya.

Gunung Masurai termasuk juga dalam teritori Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Secara administratif daerahnya meliputi 3 Desa di Kabupaten Merangin, yaitu Desa Jangkat, Sungai Lalang, dan Sungai Tenang. Ini, ulasan perjalanan singkat petualangan kami menjelajahi gunung di Indonesia yang satu ini.

Kira-kira tahun 2000 an, kami masih kuliah di STIE Widya Wiwaha Yogyakarta dan aktif dalam keorganisasian yaitu, MPA CAKRAWALA (Mahasiswa Petualang Alam Cagak Kreativitas Wahana Alam), nah di keorganisasian itu kami mempunyai program kerja dari pengurus yang perlu kami jalani yaitu proyek angkatan.

Nah, di sini kami cuma ingin share pengalaman singkat mengenai daya tarik serta informasi perjalanan petualangan kami ke Gunung Masurai TNKS yang kami alami sekitar tahun 2000 an, tertarik untuk mengetahuinya?

Perjalanan Menuju Gunung Masurai

Supaya bisa sampai di kaki gunung, Teman Petualang dapat memulai perjalanan dari Jambi menggunakan transportasi umum. mengarah ke Bangko, ibukota Kabupaten Sarolangun, dengan perjalanan lebih kurang selama 6 jam.

Setelah sampai di Bangko, Teman Petualang bisa naik transportasi umum menuju Desa Sungai Lalang. Desa ini sekaligus jadi desa terakhir sebelum melakukan pendakian.

Gunung Masurai Termasuk juga ‘Gunung Tidak Aktif’

Walaupun tidak sepopuler Gunung Kerinci dan Gunung 7, bukan berarti Gunung Masurai tidak menyimpan keindahan. Gunung dengan ketinggian 2935 mdpl ini termasuk juga kategori gunung tidak aktif, dengan daya tarik alam yang mempesona. Untuk pendaki yang ingin menikmati suasana gunung di daerah tropis, Gunung Masurai Jambi ini adalah salah satu surganya para pendaki untuk mencoba keindahan alamnya.

Baca Juga:  Seminar TNI AD VI Tahun 2022 di Seskoad Bandung, Resmi Ditutup Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman

Pesona 2 Danau

Gunung Masurai dihiasi 2 danau, yaitu Danau Mabuk (2533 mdpl) dan Danau Kumbang (2430 mdpl). Posisi keduanya berdampingan, cuman dibatasi punggung bukit.

Danau Kumbang termasuk juga tujuan populer dan kerap didatangi pendaki, disaat melakukan perjalanan mendaki Gunung Masurai. Dari jalur pendakian jaraknya cuman sekitar 30 menit kurang lebih. Selain itu terdapat kontur landai untuk mendirikan tenda. Pendaki dapat beristirahat sekalian menikmati keindahan dipinggir danau. Bahkan cukup banyak juga yang menjadikan danau seluas 23,55 ha ini untuk destinasi utama.

Di lain sisi, Danau Mabuk menyimpan daya tarik tidak kalah memukau. Walau memang harus diakui bahwa perjalanan menuju kesini akan butuh waktu lebih lama. Inilah yang mengakibatkan Danau Mabuk jarang disinggahi banyak pendaki. Jalur yang perlu dilewati juga cukup sulit dikarenakan sering atau masih tertutupnya jalur pendakian sehingga para pendaki kesulitan menemukan jalurnya.

3 Puncak Gunung Masurai

Gunung Masurai mempunyai 3 puncak, yakni Puncak 1 (2600 mdpl), Puncak Lancip (2750 mdpl), dan Puncak Utama (2935 mdpl). Perlu waktu kurang lebih 8 jam untuk sampai di Puncak 1, tergantung beban dan kecepatan langkah. Jalur juga menantang cukup sedikit menemukan jalur landai.

Untuk menuju Puncak Utama dari Danau Kumbang memakan waktu sekitar 2 jam. Selanjutnya pendaki akan sampai dalam sebuah pelataran seluas 4×4 meter. Puncak Utama harus dilalui jika ingin menuju Puncak Lancip.

Puncak Lancip sendiri sejauh ini masih jarang dikunjungi pendaki. Jalan menuju sana termasuk juga cukup sulit dan jalur yang dilalui sudah mulai tertutup vegetasi sekitar.

Pemandangan Gunung Hulu Nilo dan Sumbing

Kecuali Gunung Masurai, Kabupaten Merangin mempunyai gunung lain yang belum diketahui masyarakat luas. Ada Gunung Hulu Nilo dengan ketinggian 2507mdpl dan Gunung Sumbing dengan ketinggian 2469mdpl. Teman Petualang dapat nikmati pemandangan ke-2 gunung tersebut di Puncak 1 Gunung Masurai, dengan catatan cuaca sedang cerah.

Baca Juga:  Jalan Cerdas Menuju Negeri Wirausaha

Panorama ini kerapkali jadi daya tarik pendakian Gunung Masurai dan sering dinanti banyak pendaki. Benar-benar mengagumkan dan tiada duanya. Pantang untuk dilewatkan.

Atmosfer Tenang Khas Gunung

Dibandingkan gunung terkenal yang lain, Gunung Masurai terbilang cukuplah sepi. Saat perjalanan menuju puncak, Teman Petualang akan jarang menjumpai pendaki lain. Namun justru ini yang menjadi daya tariknya. Kalian dapat lebih jelas menikmati suara kicauan burung, aroma lumut basah yang khas, serta ketenangan alam yang tidak akan didapati di wilayah perkotaan.

Gunung Tidak Aktif Bebas Lintah

Lintah atau sering diketahui dengan istilah pacet yakni binatang kecil di hutan tropis yang sering menempel dan menghisap darah manusia. Keberadaan pacet kerap mengganggu beberapa pendaki karena banyak ditemui di gunung tidak aktif.

Tetapi tidak sama halnya di Gunung Masurai. Walau termasuk juga gunung tidak aktif, di sini Teman Petualang tidak akan menemukan lintah atau pacet. Pendakian menuju puncak dijamin akan nyaman dan bebas gangguan pacet atau lintah.

Itulah sederet keindahan dan keunikan yang ditawarkan Gunung Masurai. Suasana tenang, jalur menantang, dan keberadaan 2 danau menakjubkan, membuat gunung tidak aktif ini bisa jadi opsi tepat untuk bertualang diakhir pekan. Tetapi ingat, nikmati semua keindahan yang ada dengan bijak dan janganlah Anda sampai jadi perusak.

 

Semoga ulasan ini, dapat kami perbaharui Pesona Gunung Masurai di masa terkini atau sekarang pada artikel yang akan datang.

 

 

Semoga dapat bermanfaat.

 

Penulis: M Nazid Nasution

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.