Couple Penyair Muda Lampung dan Riau Siap Luncurkan Kumpulan Puisi Solo Pertama

(CIO) — Dua sahabat baik yakni penyair muda Indonesia melaunching sebuah buku kumpulan puisi solo pertama karya mereka pada Senin (07/03/2021). “Di Riau Aku Berpuisi” oleh Amalia Isma Adeliani Harahap dan buku puisi “Perjalanan Jalang Mengudak Impian” oleh Aryanda Sastra Mangkunegara.

Perjalanan panjang dan kiprah dalam dunia kepenulisan dilalui mereka pada masa Covid-19.

Buku puisi ini nantinya berharap disambut baik oleh masyarakat Indonesia dan anak-anak muda yang sangat gemar menulis dan membaca puisi. Semangat baru sekaligus motivasi penulis untuk mewarnai khazanah sastra di masa mendatang.

Buku kumpulan puisi ini adalah wadah pengalaman bagi penulis menuangkan imajinasi dan ekspresi dengan mengolah ide dan teknik penyajian yang membawa pembaca memaknai pengalaman hidup.

Perjalanan Jalang Mengudak Impian adalah buku yang menceritakan perjalanan seorang remaja yang dipaksa untuk dewasa, sampai ia berhasil menggapai impiannya –dari tebing jungkal hingga muasal. Berbentuk sebuah puisi bebas, tentang kehidupan.

Di Riau Aku Berpuisi, Buku ini menceritakan berbagai macam tokoh-tokoh pahlawan Indonesia, lingkungan alam dan beberapa kisah lainnya, dibalut dengan berbagai jenis puisi baru, bebas, di Indonesia. Melalui tinta si penulis Riau. Tak lupa juga bahwa di buku ini terdapat tips menulis dan berkarya.

Adapun buku kumpulan puisi tersebut diterbitkan oleh penerbit Ahsyara Media dengan melalui banyak proses yang panjang, dan berhasil dirampungkan di bulan baik ini. Selain berkarya mereka juga bekerja di sebuah apotek sebagai karyawati dan perusahaan di bidangnya. Tentu penuh perjuangan untuk membagi waktunya.

“Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan kesempatan sekaligus kepercayaan untuk melahirkan karya sederhana ini, salah satu impian kami sejak kecil. Karena untuk mengumpulkan puisi ini menjadi sebuah buku, membutuhkan kerjasama hati dan pikiran guna membunuh rasa malas dan akan menjadi catatan sejarah bahwa buku ini diterbitkan saat wabah pandemi melanda dunia,” ungkap Aryanda Sastra Mangkunegara.

Aryanda Sastra Mangkunegara menambahkan, “Jangan takut untuk memulai dari awal, orang tak akan percaya impianmu, jika kamu tak percaya pada langkahmu hari ini.
Aku pernah bertemu ratusan orang dalam satu hari. Mereka sarjana, aku ikuti gaya mereka. Mereka kaya, mereka pintar, aku ajak bicara dengan bahasa cerdas. Kenapa kita harus takut?,” terangnya.

Baca Juga:  Pengelola Pariwisata Harus Bersinergi dan Saling Berbagi

Amalia Isma Adeliani Harahap, mengatakan, “Tetap semangat, apapun bentuknya. Belajar terus menerus hingga menemukan rumah sendiri untuk ditinggali dalam dunia sastra. Jangan berkecil hati, lawan rasa malas itu, jangan jadikan alasan untuk tidak berkarya. Semoga buku ini bukan hanya bermakna, tapi juga berguna dan menjadi ladang amal untuk penulis,’ harapnya.

Dialog Jalang di Paruh Hutan

Karya : Aryanda Sastra Mangkunegara

Lorong kota tak lagi renyah
Membopong rempyok ke paruh hutan
Meninggalkan kelicikan gedung jangkung
Talak dinding berdasi
Tiang poyang tersumpal manipulasi

Roman berdendang
Kantung samar berkecak
Kasuari menari gending Sriwijaya, menarik jarik berlumut usang
Jagat menyahut jalang dengan lembut
Menyindir lidah cabang metropolitan

Semua lirik senadi
Semata duka sehat
Serata pilu sebelenggu

Tuan, puisi jalang unjuk rasa

“Kembalikan bumi Ambarawa, aku ingin berdendang padi pada mesin mata uzur, menyulam tembolok tandus memompa tulang kurus supaya tak putus”

Di meja mahkamah penumpu ilalang tersengutsengut
Jalang pulang tak kenyang
Semalam tapak terjerat bebas hingga melarat
Kantung berkarat
Impian tersendat
Bung, jangan macam-macam
Pada negeri merdeka kita.

(***)

Tentang Penulis

Aryanda Sastra Mangkunegara.
Lampung, 17 Agustus 2000.

Nanda, mencintai sastra pada tahun 2014, anak kecil yang mencoba-coba akhirnya suka.

Nanda yang hobby membaca, teater dan mencari ikan. Telah ikut andil berpartisipasi menciptakan karya di tanah air, meski bukunya sederhana tak mewah.

JERITAN PENA BERDAYUK PILU (Bookies Indonesia, 2019), antologi SYAIR MERDEKA (Bookies Indonesia, 2020), GUBAHAN AKSARA (Pilar pustaka publishing, 2020), SEUNTAI DIKSI UNTUK AYAH (Pelangi Media, 2020), KATAKAN LEWAT PUISI (Bookies Indonesia, 2020), LAFAZ SETETES EMBUN (Asharinz Media, 2021), RASA TAK DIDUGA RENTANG TAK DISANGKA (EGANS FAMILI, 2021) dan yang paling istimewa MONOCHROME INTERNASIONAL 2020 (top 100 karya terbaik para penulis/penyair). Dan karya lainnya.

Hidup sederhana, anak terakhir dari 2 saudara. Mandiri dan bekerja keras untuk mama yang ia cintai. Sembari bekerja, sembari mencari-cari kompetisi, ikut apa saja yang ada, anggap saja sekolah daring, cuma bedanya tak dapat ijazah, karena hanya lomba saja, meraih beberapa penghargaan kecil seperti.

(Provinsi Lampung)

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL MEDIA DARING PUBLISHER
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL MEDIA DARING PUBLISHER II
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL MEDIA DARING PUBLISHER III
JUARA 1 LOMBA BACA PUISI FLS2N
JUARA 1 PENULIS TERBAIK PUISI BERSYARAT PENERBIT MANDIRI JAYA LAMPUNG

Baca Juga:  Cerbung: Hanni (1)

(Se-Jawa)

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL KOMUNITAS DAUN JATUH
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL MEDIA TPN VISHERA
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL MEDIA TPN VISHERA II
JUARA 1 LOMBA CIPTA QUOTES NASIONAL CREATED FOR WATTPAD
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL MEDIA JENDELA KARYA

(Sumatera)

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL KOMUNITAS PENIKMAT LITERASI
JUARA 1 LOMBA CIPTA QUOTES NASIONAL KOMUNITAS PENIKMAT LITERASI II
JUARA 1 LOMBA CIPTA QUOTES NASIONAL KOMUNITAS PENIKMAT LITERASI III
(Papua)

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL UNTUK KRISIS PAPUA
(Umum)
Juara 1 lomba cipta puisi nasional khatulistiwa media

Juara 1 lomba cipta puisi nasional komunitas Sabilulungan

Juara 1 lomba cipta puisi nasional komunitas KALA I

Juara 1 lomba cipta puisi nasional komunitas KALA II

Juara 1 lomba cipta quotes nasional komunitas pecinta literasi

Juara 1 lomba cipta quotes nasional komunitas goresan senja

Juara 1 lomba cipta quotes nasional komunitas KARYA ANAK INDONESIA

Juara 1 lomba cipta puisi nasional komunitas egans family

Juara 1 cipta puisi nasional penerbit medaka aurora publisher

(prestigious award)

PENYAIR ISTIMEWA BOOKSTORE INDONESIA

INTERNASIONAL WRITING COMPETITION and CONTRIBUTOR in POETRY ANTHOLOGY MONOCHROME

Saat ini tinggal di Jakarta bersama ibu dan kakaknya, impian di masa depan, Nanda bisa menjadi pengusaha yang sukses dan penulis yang baik.

(***)

Amalia Isma Adeliani Harahap.
Lahir di Sei Rumbia, Sumatera Utara, 13 Desember 1997.

Domisili, Tapung Hilir, Kampar Riau. Sedang bekerja di Kesehatan. Apotek Alkhair Kota Garo.

Anak dari pasangan Bapak Ali Muddin Harahap dan Ibu Surani Siregar, Spdi

Amalia, mencintai sastra sejak di bangku Sekolah Dasar.

Tahun 2020 mulai menjatuhkan hati masuk dunia sastra dengan menulis puisi dan beberapa cerpen juga novel.

Amalia hobi membaca, berpentas sejak kecil dan memasak serta traveling. Juga sering berpartisipasi menciptakan karya di bumi Pertiwi. Seperti ; Cocor Bebek (Amor Tringulo, 2020), antologi Yang Tersisa Tentang Aksara (Jendela Sastra Indonesia, 2020), Tentang Rasa (Anindita Publisher), Lafadz Setetes Embun (Asharinz Media, 2021), Goresan Aksara Renjana (Pelangi Media 2020),
SAJAK Masa Lalu (Puasifa Published)

Baca Juga:  Sejarah Singkat Nagoghi (Negeri) Air Tiris

Amalia suka tantangan. Terlebih mengikuti lomba di dalam suatu event, bertemu dengan penyair muda hebat di seluruh Indonesia. Suka mengumpulkan prestasi dari berbagai sumber dan siapapun pesaingnya. Dan Alhamdulillah sudah mencicipi beberapa kejuaraan event selama satu tahun. (11 November 2020- Desember 2021).

Misalnya saja;

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAY MEDIA UTAMA, Jawa Tengah

JUARA 1 JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PELANGI MEDIA, JAWA TIMUR

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL AL QALAM MEDIA LESTARI, KUNINGAN

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL EGANS FAMILY, JEMBER

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL SALAM PEDIA, INDRAMAYU

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAI MEDIA UTAMA JILID 2, BEKASI BARAT

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAI MEDIA UTAMA JILID 3, PIRAI MEDIA UTAMA

JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL AL QALAM MEDIA LESTARI, MOJOKERTO

JUARA 3 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAY MEDIA UTAMA, BEKASI BARAT

JUARA 3 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL ANINDITA PUBLISHED, BALI

JUARA 3 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL RDAMOND PUBLISHER, MALANG

JUARA 2 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PENERBIT SULAWESI

JUARA 2 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL GORESAN BERSAMA, JAWA TIMUR. Dan masih ada beberapa lagi.

Beberapa penghargaan juga ;
PENYAIR TERUNIK
PENYAIR TERBAIK
PENYAIR TERFAVORIT

Pencapaian prestasi teristimewa bagi AMALIA;

JUARA 1 TOP ONE INDONESIAN POET IDOL (Ajang pencarian bakat sastra bergengsi 2021, perwakilan dari Riau) EGANS FAMILY dan beberapa penerbit lainnya.

POPULER karya “Marsinah si Lacur Negeri” 2020- 2021 dan diakui oleh sastrawan Indonesia.

LOLOS dan masuk sebagai Penyair dari 93 Penyair Membaca Indonesia/ IBU dari 34 propinsi mewakili. Salah satu anak muda yang masih pemula berada di sana, di antara sastrawan tanah air.

Karya yang berhasil diterbitkan ;

Engtangled Mafia Ini LOVE (Novel by Azizah Published, 2020), Assalamualaikum My Hubby (Novel by Guepedia, 2020)
Cocor Bebek (Cerpen by Pelangi Media, 2020)
Air Mata Pengantin (Cerpen by Guepedia 2021)

Selain berkarya, Amalia juga masih menulis di platform seperti; Wattpad.
Sekarang sudah menuntaskan buku solo pertama puisi “Di Riau Aku Berpuisi”

Semoga di masa yang akan datang, Amalia bisa menjadi sukses dan lebih produktif.(***/FDr)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *