Buronan Perkara Pembunuhan di Desa Kepenuhan Barat, Disergap Tim Tabur Kejari dan Buser Polres Rohul

Buser Polres Rohul

ROKANHULU(CIO) — Tim Tabur (Tangkap Buronan) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu (Rohul) dibantu Tim Buser Polres Rohul melakukan penangkapan terhadap Buronan Terpidana atas nama Mas Gaul alias Ucok Gaul bin Mukhtar di kedai depan Hotel Sapadia, Padang Luhung, Kecamatan Rambah, Kamis, (23/06/2022) sekitar pukul 20:00 Wib.

Informasi tersebut disampaikan, Kajari Rohul Pri Widjeksono, SH, MH didampingi Kasi Pidum HR Nasution, SH, MH dan Kasi Intel Ari Supandi, SH, MH.

Lanjut, Pri Widjeksono, SH, MH yang bersangkutan merupakan Buronan Terpidana perkara pembunuhan berencana tahun 2009 lalu, terhadap korban Nurbaiti di Dusun Sei Emas Desa Kepenuhan Barat Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu.

“Riwayat Perkara bahwa berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian 29 Juli 2010 menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa Mas Gaul alias Ucok Gaul selama 16 tahun penjara,” ungkap Kajari.

Namun berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru 8 November 2010 membebaskan Terdakwa Mas Gaul alias Ucok Gaul dari semua Dakwaan.

Selanjutnya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 893K/Pid/2011 tanggal 18 April 2014 kembali menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa Mas Gaul alias Ucok Gaul selama 16 tahun.

“Eksekusi yang dilakukan terhadap Terpidana oleh Tim Tabur Kejaksaan Rohul adalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 893K/Pid/2011 tanggal 18 April 2014 yang telah incraht atau berkekuatan hukum tetap,” kata Pri Widjeksono, SH, MH.

“Agar Terpidana Mas Gaul alias Ucok Gaul bisa menjalani sisa hukuman pidana penjara yang belum dijalani selama lebih kurang  15 tahun,” tuturnya.

Kemudian, sambungnya, setelah ini Tim Tabur Kejari Rohul berkomitmen akan segera melakukan penangkapan dan eksekusi terhadap Daftar Pencarian Orang (DPO) atau Buronan lain yang masih berkeliaran.

Baca Juga:  Dukung Infrastruktur Pendidikan Agama di Poso, Kementerian PUPR Bangun Rusun Ponpes Nadhatut Tolibin

“Karena tidak ada tempat yang aman bagi para DPO maupun Buronan,” pungkas Pri Widjeksono, SH, MH mengakhiri.(***/R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.